Kanata Hongo “Actor and Model japan”

Name : Kanata Hongo
Birthdate : December 15, 1990
Birthplace : Sendai .City miyagi prefecture. Japan
Blood type : O

uhuhuy Bias baru, cakep yeh gileee.. pas liat Birthplace nya Sendai? ahahah ngakak kayak nama anak temen sekelas. whuahahah

suka deh lihat wajahnya, kalo di liat2 mirip taemin ye? cakeeeppp hah hah hah hah hah Pokoknya, aku mau nonton semua film ama MV yang dia perankan. TITIK.(rencana)




Cakepppp!!! Muuahh muaahh.. :*

I don’t Know.. 나도 몰라 –____–

 

Sebenernya aku sendiri bingung buat Blog kaya ginian Buat apaan? nge share FF? Lyrics? atau apa? aku anaknya rada Gaptek jadi ga ngerti masalah Ginian… dan di maklumi juga aku ini sedang dalam masa pembelajaran.. dan memang aku itu seorang pelajar yg harus belajar dan di wajibkan untuk belajar.. mungkin karena kebiasaan tiap internetan pasti yg di cari itu segala sesuatu apa yang ingin aku cari(?)
nah salah satu nya yaitu nyari FF, ama lyrics.. dua ya >? hohooho

nah dari hasil pencarian ku itu.. aku menemukan Blog blog yang IMUCU imut unik dan lucu..(halahh) apalagi Blog2 yg punya anak2 Kpopers AJIBB GILEE keren2 uyy… suka dehh kpopers pada kreatif (prokprokprok) ..
jadinya pengen nohh buat blog blog kayak gitu.. jadinya blog tak berbentuk sperti ini.. hah..

bentar deh.. kayanya aku ga penting banget yakk nulis kaya ginian? gpp curhat dikit.. hehehe

nah aku banyak mikir ama KOnsep blog yang saya buat inih.. sebenernya apaan??
Kalian yg baca ini boleh bilang ini blog yang ga jelas kaya yg buat :p
pasti banyak yg salah apalagi di EYD nya.. iya kan? iya kan? ya kan? maklum kan masih belajar.. di dunia ini ga ada yang sempurna kok.. hanya tuhan yg sempurna.. jhahaha xD (ngelantur)

jadi abaikan saja pernyataan yang saya buat ini.. intinya aku ga tau mau nulis apaan hohoho..
bahakan aku bingung judul ini Tulisan apa?
apa ? ada yg tahu?
haaahh sudah lahh ..
saya akhiri saja..

wassalam :p

BEFORE HAPPY ENDING~

Tittle : BEFORE HAPPY ENDING
Author : Kang Sangmi

Cast : Lee Taemin SHINee
Amber f(x)
Taeyeon SNSD
Seohyun SNSD
Hyomin T-ara
Park Joong soo Super Junior

Length : OneShoot

Genre :Romance
Rating :  G
“Hei kau!” tegur seorang Namja tiba-tiba pada seorang anak yang baru keluar dari mini market.
“Ng, ya? Aku?” anak itu menoleh kebingungan.
“Ya, kau! Bisa kemari sebentar?” tanya Namja itu lagi.
“Baik, ada yang bisa saya bantu?” kata anak itu seraya mendekati namja yang tidak jauh dari hadapannya itu.
“Perkenalkan, saya Park joong soo, penerbit tabloid mingguan girl’s day. Ng, lalu, saya ingin mengajakmu menjadi model majalah kami. Ng, siapa namamu?” ucapnya sambil memberi anak itu sebuah kartu nama.
“Mm, terimakasih sebelumnya, tapi apakah majalah tersebut menerima model namja?” tanya anak itu.
“Tidak, memangnya kenapa? Oya, berapa umurmu? Sepertinya baru masuk SMP ya? Tetapi kau sangat tinggi untuk ukuran anak SMP!” pria itu terus-terusan bertanya.
“Oya? Jika begitu, mengapa anda menawari saya? Walaupun saya bernama Taemin, tetapi saya adalah namja, dan saya sudah kelas 2 SMA! Saya permisi!” anak tersebut terlihat sangat marah, karna salah disangka sebagai Yeoja.
“Ah, maaf, kukira kau anak perempuan. Soalnya kau putih, mulus, dan tidak terlalu gemuk.” namja tersebut tampak malu telah salah mengira.
“Ya, maaf juga karna saya memang seperti yeoja!” anak tersebut pergi begitu saja.
“Eh, tunggu sebentar!” namja itu berusaha memanggil anak itu lagi, tetapi percuma anak itu telah pergi.

* * *

‘Argh, kesel. Emang segitu miripnya aku ma yeoja? Ini bukan yang pertamanya aku dikira seorang yeoja, mungkin udah puluhan bahkan ratusan kali. Dan juga, kenapa aku mesti dikasih nama mirip sama yeoja sih? Taemin, itu adalah nama yang diberikan saat aku lahir. Hingga sekarang kelas 2 SMA aku masih tetap seperti ini, suaraku belum mengalami perubahan, tinggiku standar, tidak terlalu berisi, dan memang wajahku seperti perempuan. Walau aku tidak ingin terlahir seperti ini, tapi aku harus bisa menerimanya, karna aku masih diberi kesempatan sebuah kehidupan.’ Gerutu anak itu dalam hati.
Tadi Taemin disuruh oleh Noonanya untuk berbelanja ke mini market, tambah saja ia dikira yeoja. Tak lama kemudian ia sampai kerumah, walau sambil menggerutu tak jelas sepanjang jalan.
“Aku pulang!” serunya saat memasuki rumah.
“Lama sekali sih?” kata noonanya yang kedua. Ia bernama Hyomin. Umurnya sekarang 22 tahun. Seorang pelatih model, dan telah membuka sekolah modelnya sendiri.
“Kemana saja?” yang ini kata noonanya yang ketiga. Ia bernama Seohyun Umurnya 18 tahun. Baru lulus SMA, dan rencananya ia akan ikut pembelajaran modeling oleh kak Hyomin.
“Kami sudah lapar!” lalu, ini noonanya yang pertama. Ia bernama Taeyeon. Umurnya sekarang 25 tahun. Seorang perias sekaligus designer yang saat ini karyanya lumayan dikenal dikalangan menengah keatas. Biasanya ia tidak pernah berada dirumah karna pekerjaannya.
Taemin mempunyai tiga orang kakak dan semuanya perempuan. Maka Taemin jadi seperti ini dikarnakan didikan mereka. Dirinya sendiri diberi nama Taemin karena (kalian tau sendiri kan?!) semua kakaknya hampir mempunyai nama yang sama. Sekarang umurnya 16tahun.
“Iya,iya, sabar. Tadi aku dikira Yeoja lagi!” gerutu Taemin yang daritadi benar-benar merasa bete.
“Hahahahha…..” tawa meledak saat itu juga.
“Kalian! Malah mentertawaiku. Argh, tau akh!” ia lalu masuk kekamar.
“Bersabarlah, kau memang terlahir seperti itu!” kata Seohyun, sambil mengambil es krim dari kantong keresek belanjaan tadi.
“Oya, agar kau tidak bete, tolong bantu aku!” seru  Taeyeon.
“Ga mau! Pasti Noona Cuma mau ngetes make up kan? Ato ngepas baju!?” teriak Taemin dari kamar.
“Haha… pintar kau! Ayo cepat keluar dari kamar dan bantu aku!”Taeyeon balik berteriak.
“Shireo!!!”
“Kalo tidak, kupotong uang jajanmu!” ancamnya.
“… Iya deh!” ia pun pasrah. Diancam pake uang jajan siapa yang ga takut sih!?
“Nah, itu baru Dongsaeng yang baik! Hehe..” Taeyeon tersenyum penuh kemenangan.
‘Ya iyalah, siapapun juga ga akan menang kalo lawannya kaya gini!’ Taemin mulai menggerutu lagi dalam hati.
“Nah, duduk!” ia menyuruhnya duduk di kursi depan meja riasnya. Dia pun menurut dan duduk. Taeyeon mulai mengoles bedak pada mukanya, dan mengoles yang lainnya. ‘Argh, lama-lama kaya gini bisa disangka banci, tapi mungkin tidak akan ada yang menyangka aku sebagai namja setelah diberi make up oleh noona, jadi sedikit tenang. Tapi, tetep aja ga akan laku, kalo sehari-harinya kaya yeoja gini. Mana ada yeoja yang mau, kalo namjanya bisa lebih cantik dari dia!? Haa~ nasib-nasib!’ umpat taemin dalam hati.
“Ya, selesai! Sekarang kau ganti baju. Nih bajunya!” Noona memberinya sebuah baju perempuan. ‘Astaga! Sampe bajunya mesti dipake.’ Taemin terkaget-kaget. Ia masih menurut, mengganti baju dan diperlihatkannya pada Noonanya.
“Sipp deh,, Kita belanja yu!!” serunya.
‘Apa katanya? Ga salah? O.M.G. Ga mau!!’
“Hah? Kaga mau!!!” tolaknya langsung.
“Ayolah! Mau ya? Ya? Ya?” katanya, dengan tatapan yang menyeramkan.
“Haa~ baiklah, tapi hanya kali ini, dan uang jajanku harus ditambah!” katanya, mengalah. Lebih tepatnya terpaksa mengalah.
“Ok! Ayo kita pergi!” dengan semangat menarik tangannya.
“Aku dan Seohyun tidak akan ikut!” kata Hyomin tiba-tiba memotong pembicaraan.
“Yaahh,, kenapa?” Taeyeon sedikit kecewa.
“Kami masih harus berlatih untuk lomba model minggu depan!” jelas Hyomin.
“Baiklah. Selamat berjuang. Kami pergi dulu!” seru Taeyeon.
Mereka pergi menuju mall dengan menggunakan taksi. Seperti biasa, pasti Taeyeon ingin ditemani memilih bahan-bahan baju dan make up. ‘Kesel juga punya Noona kaya begini. Sepanjang jalan hingga sampai di mall aku terus berpikir. Kenapa juga ga bikin dongsaengnya ini jadi keren? Lha ini, bukan jadi keren, malah jadi imut!? Makin bete mikirin itu. Udahlah, mending beli eskrim aja.’ Pikirnya. Setelah minta ijin untuk membeli es, Taemin mencari stand es yang dekat, dan ia menemukannya. Kemudian, ia membayar es tersebut, tetapi saat berbalik, tak sengaja ia menabrak seseorang di belakangnya.
‘BRUK’ orang yang dia tabrak jatuh. Oow!!
“Heh! Kalo jalan liat-liat!” orang itu marah-marah.
“Ah, maaf!” Taemin menolongnya untuk berdiri.
“Ati-ati kalo jalan, pake kaki jangan pake mata!” gerutu orang itu, ketika berdiri.
“Mianhae hyung,aku ga sengaja!” Taemin gelagapan.
“Enak aja manggil Hyung! Aku yeoja tau! Udah nabrak masih juga cari masalah!” orang itu makin geram.
“Oh, joseonghamnida, saya ga tau!” tambah-tambah gugup. ‘Aneh juga, ada yeoja kaya namja. Diliat dari cara pakaiannya yang mirip namja, rambutnya yang pendek dan menggunakan topi, lalu suara yang berat dan cara bicaranya, benar-benar seperti namja.’ Pikir Taemin kemudian.
“Lain kali jaga juga tu mulut. Ya onnie..!?” kata orang itu.
“Kamu juga seenaknya manggil aku Onnie . Aku namja, bukan yeoja!” nah, giliran Taemin yang marah.
“Hah?? Ahahahhaa…..” orang itu malah ketawa.
“Apaan sih? Jaga juga tu mulut!” Taemin balik memakinya.
“Ya, abisnya, siapapun juga bakal ngira kamu yeoja. Liat aja dari baju, dandanan, terus suara kamu!” jelas orang itu sejelas-jelasnya. Ternyata dia juga berpikiran sama dengan apa yang Taemin pikirkan padanya. Benar-benar terbalik.
“Ya, mo gimana lagi, kakakku semuanya yeoja, terus mereka model. Nah ada juga yang jadi perias ma designer, maka dari itu, aku selalu jadi korbannya. Tapi, aku ini namja tulen loh!? Beneran!” taemin balik menjelaskan keadaannya dengan panjang lebar.
Tiba-tiba, Taeyeon datang menghampiri, dan terhenyak kaget, saat melihat Taemin berdua dengan seseorang.
“Astaga, ternyata kau pacaran dengan namja ya?” ucapnya dengan polosnya.
“Bukan! Dia ini yeoja!” sanggah Taemin cepat.
“Iya, aku yeoja, dan aku juga mengira dia ini yeoja!” katanya sambil menunjuk Taemin.
“Oo, begitu. Baiklah lanjutkan saja perbuncangan kalian. Aku masih mencari barang! annyeong!!” seketika Taeyeon pergi begitu saja.
“Ooo,, jadi itu noonamu!? Sekarang aku percaya dengan ceritamu.” Kata orang itu.
“Hmm… Oya, aku belum tau namamu. Jika boleh tau namamu siapa?” tanya Taemin.
“Oh ya, namaku Amber. Kamu?” jawabnya dan bertanya lagi.
“Namaku Taemin. Kau punya kakak?”
“Ya, aku punya 3 Oppa.” Jawabnya.
“Oya, kebetulan sekali ya!? Hehehe…” lanjutnya lagi.
“Hmm… Benar! Aku menyusul Noona dulu ya. Oya, boleh minta nomor ponselmu?” kata Taemin seraya mengeluarkan ponselnya.
“Ah, ya tentu saja, ini 08xxxxxxxxxx” ia memberi Taemin nomor ponselnya.
“Gomawo, nanti aku hubungi! annyeong!” kata Taemin sambil pergi.
“ne annyeong!” katanya.
‘Hehe… lumayan juga tu yeoja, walau tomboy tapi saat berbicara terlihat manis, dan sepertinya dia anak yang baik. Nanti aku coba buat deketin dia, semoga kali ini berhasil.’ Taemin mencari Noonanya dengan berseri-seri. Ditemukannya Taeyeon berada di sebuah toko sepatu, dan ternyata ia telah selesai berbelanja. Tak lama kemudian mereka pulang.
Taemin langsung menuju kamar dengan wajah berseri-seri. Berganti pakaian, menghapus make up, dan lalu berbaring di kasur dengan menggenggam handphone. Dia mengetik sesuatu pada handphonenya. Ya, dia mencoba mengirim pesan pada Amber. ‘Semoga saja ia membalas smsku.’ Taemin berdoa dalam hati. Dan ternyata, benar saja ia membalas tak lama kemudian. Hingga larut malam ia masih berkirim pesan dengannya.
Beberapa hari berlanjut, mereka masih saling berkirim pesan. Mereka menjadi lebih akrab dan sedikit mengerti satu sama lain. Taemin meresa, ia sekarang mungkin akan mendapatkan pacar. Tapi, Taemin masih belum berani untuk menyatakannya. Menelfonpun ia belum berani. Hingga suatu malam akhirnya ia memberanikan diri menelfonnya.
“Yoboseyo?” seseorang yang bersuara berat mengangkat telfonnya. Tidak salah lagi itu suara Amber.
“Ah, ya. Amber?” sapa Taemin memastikan.
“Ya, ada apa? Tumben telfon?” herannya.
“Ng, hanya ingin mendengar suaramu. Hampir lupa lagi, yang aku ingat hanya suaramu saat memakiku. Hahaha…..” Taemin mulai jahil.
“Kau ini, hanya hal-hal jelek saja yang selalu kau ingat. Ternyata ingatanmu payah ya? Hehehe…” ia malah balik menjahili Taemin.
“Ahahaha…. Bercanda. Sedang apa?” tanya Taemin.
“Aku sedang nonton… … bla… bla.. bla…”
Mereka mulai berbincang. ‘Syukurlah, aku dapat berbincang dengannya. Kupikir aku akan gugup.’ Pikir Taemin. Akhirnya, Taemin memintanya untuk bertemu.
“Oya, boleh kita ketemu lagi?” tanyanya ragu.
“Ng, tentu saja. Memang kapan?” kata Amber.
“Bagaimana kalo minggu? Kita ketemu di tempat kemarin kita tabrakan. Hehe…” jawab Taemin.
“Hmm,, baiklah. Jam berapa?” tanya Amber lagi.
“Sekitar jam 1. Bagaimana?”
“Baiklah.”
Taemin berencana akan menyatakan perasaannya pada hari Minggu. Ia tak sabar menunggu hari itu. Dan, tidak terasa, hari Minggu tiba. Taemin bergegas untuk siap-siap, membeli sekotak coklat, dan tentunya sekarang berpenampilan NAMJA walau tetap saja tak mengurangi kecantikan di wajahnya. Lalu, Taemin menuju sana dengan menggunakan motor MXnya.
Jam menunjukan pukul 12.45. Taemin buru-buru pergi menuju tempat janjian. Ia melajukan motor dengan cepat. Saat itu lampu lalulintas yang hijau telah berubah menjadi merah, tetapi entah kenapa ia tidak melihatnya dan terus melajukan motor, pada saat yang bersamaan, sebuah truk besar datang dari sebelah kiri dengan cepat dan menabraknya, diapun tak sadarkan diri tepat di depan mall.
Terlihat, Amber sedang menunggu seseorang. Tetapi ia merasa ingin membeli sesuatu dilantai bawah. Ia pun menuju penjual Lollipop di luar mall. Saat ia akan membeli, terdengar ribut-ribut di depannya. Dan saat ia lihat, tubuh seseorang yang ia kenal telah terbaring tak berdaya disana. Ia segera menghampirinya dan meminta tolong pada semua orang yang ada disana untuk segera membawa orang tersebut ke rumah sakit.
Sesampainya disana Amber menunggu di luar ruang gawat darurat. Tak lama kemudian Taeyeon datang. Lalu, dokterpun keluar dan memperbolehkan Amber dan Taeyeon masuk. Tak lama setelah mereka masuk, jemari Taemin mulai bergerak, dan matanya berusaha untuk membuka. Mereka menyadarinya dan menunggunya untuk berbicara. Setelah berhasil membuka mata, Taemin melihat sekelilingnya, dan matanya tertuju pada Noonanya. Taeyeon mendekatkan Amber untuk keluar dari ruangan. Awalnya ia enggan untuk keluar. ia merasa kecewa saat melihat Taemin yang telah siuman tidak sedikitpun berbicara bahkan meliriknya. Sebelum keluar, di ujung pintu Amber sekali lagi melirik Taemin, dan saat itu Taemin juga sedang melihat dan kemudian tersenyum dengan tulus ke arahnya. Taeyeon duduk di kursi sebelah tempat tidur Taemin, menunggunya untuk berbicara. Tak lama kemudian Taemin membuka mulutnya.
“Noona..” ucapnya.
“Ya, ada apa?” jawab Taeyeon.
“ini!” Taemin memberikan sebuah kotak kecil yg berisi cincin mas putih dengan mata berbentuk hati di tengahnya. “Tolong berikan ini pada Amber, dan tolong sampaikan juga permohonan maafku padanya.”
“Tunggu!” Taeyeon memotong pembicaraan, “Kau ini bicara apa?”
Taemin tersenyum dan kembali berkata, “Lalu, sampaikan juga bahwa aku mencintainya! Dan aku juga minta maaf pada Noona, karna selalu mengejekmu.”
Taemin tersenyum dan menutup matanya, tak lama terdengar lengkingan dari alat pacu jantung yang menandakan bahwa jantungnya telah berhenti.
“Tae..taeminnn…. Hei,, bangunlah!!” Taeyeon mengguncang-guncang tubuh Taemin. Lalu, Amber masuk ke dalam ruangan. “Ada apa ini? kenapa?? ini bohongkan?? bilang bahwa ini hanya bercanda!! Hei, bangunlah!!!” Amber berteriak, dia menangis. Suara tangispun pecah di dalam ruangan yang sepi.

*The END*

Happy ending bukan?
Bukan ya? Oh.. T,T

Love Story Of Twins 3

twins s s s

Cast         :Ryu Hyoyoung

Ryu Hwayoung

Jo Young Min

Jo Kwang Min

(other)…

Genre       : Romance

Rating       : PG – 13

Tiga…

Hari ini kami akan jalan-jalan bersama, JoTwins itu mengajak kami bermain ke taman, mungkin karena hari libur.

“itu mereka” tunjuk Hwayoung

“annyeong ^^” sapa mereka kompak.

“whaaa kalian sangaaattttt” Kwangmin terpukau

“Sangat apa?” Tanya kami

“Miripp” tegas Kwangmin *Gubrakk*

“yaiyalah…hahahaha “ aku dan hwayoung tertawa terbahak.

“Makan dulu yuk ah..laparr” ajak Youngmin

“hmm ayo..” aku menarik tangan Hwayoung tapi tiba-tiba youngmin melepasnya dan ia menggandeng Hwayoung.

“kwangmin dan hyoyoung, aku dan hwayoung” Begitu enteng ia yg mengatur. Ia pikir Double Date apa??

Aku berjalan menuju café yang di tuju Youngmin dan Hwayoung, mereka itu.. masalah makanan pasti paling duluan -___- tiba2 ada motor mengebut, ia menuju ke arahku…

“aaaaaaahhhhhh”  dengan segera aku menutup mata ku, tapi aku merasa nyaman, tak terjadi apa2.. aku membuka mataku dan kulihat Kwangmin memelukku, ia menarikku sehingga aku berada di pelukannya..

“Gwenchana?” Tanya Kwangmin

“ah.. ne..” aku masih sedikit kaget, lalu Hwayoung dan youngmin menghampiriku.

“gwenchanaa?” hwayoung tampak panic

“ne… hmm….” Kataku

“ne.. tapi kau yakin tidak apa2? Apa ada yang kena?” Tanya kwangmin

“ahh anieo~…. Ayo..” ajakku mencoba melupakan kejadian tadi, tapi aku masih bisa merasakan kenyamanan di sisi kwangmin. Ada apa ini? Kenapa aku seperti ini? Haaaa… kenapa aku tidak mau jauh darinya?

Hwayoung POV

Aku makan dengan lahapnya, begitu pun Youngmin..

“Ya~ kalian kelaparan?” Tanya Kwangmin

“he?” tanyaku

“sudahlah teruskan” kata Kwangmin.

“aaaahh Kenyang..” Kata Youngmin, aku mengangguk.

“eh..” tiba2 youngmin mengelap Bibirku yang masih ada sisa ice cream nya, ia begitu dekat denganku.. sudah kubilang ia sangat manis.. aaahhh jangan menatapku seperti itu..

“aahh sudah-sudah.. gomawo” kataku, jujur deh, sedekat itu Bersama Youngmin sungguh membuat ku Grogi.

“Braakkk” Tiba2 Ice cream tumpah ke Jaketku..

“aahh eotteohkke?” panikku

“sudah sini..” ia mengelap sisa ice cream nya, dan membuka jaketku… ia malah melepas jaketnya dan memakaikannya padaku.. Youngmin~a.. berhenti membuatku Deg-degan seperti ini.

“ti..ti..tidak usah “ Aku menolak ia memakaikan ku jaketnya.

“sudahlah, aku tidak suka orang2 melihatmu hanya memakai Tanktop seperti itu..

“ne..” aku tidak bisa menolaknya.

Hyoyoung POV

Kejadian tadi membuat ku shock, apalagi kwangmin memelukku pinggir jalan dengan tiba2… aaassshhh aku masih memikirkan kejadian tadi….

“Ice cream mu tidak dimakan…kau kenapa?” Tanya Kwangmin

“ehh, kwangmin.. gak ko gak kenapa2..hehehe.. nih aku makan..hehehehe” aku langsung memakan ice creamku.

“kau lucu sekali.. !! yah Handphoneku ada pada Minwoo, hmm youngmin~a.. kita foto bersama yuk..pake Handphone mu saja..” pintaku

“Ne~”

-_-_-_-_-_-

Hwayoung POV

Malam ini, aku benar-benar tak bisa tidur… jalan2 bersama sangat menyenangkan… aku merasa sangat senang apabila ada youngmin, rasanya tak ingin jauh… ya jujur walaupun mereka hanya sekedar anak kampung yang sederhana tapi aku sangat menyukainya, apalagi Youngmin…

‘drrrrrttt’

Handphoneku bergetar, kulihat  “Youngmin??”heranku

“yobbuseyo” tanyaku

“hwayoung~a..apa aku mengganggu?” Tanya nya

“ahh tidak-tidak… ada apa?” tanyaku kenapa aku senang ya?

“kau sedang apa? Aku hanya ingin berbicara denganmu saja..”

“aku? Hmm aku sedang membaca.. kau sendiri?”

“tidak sedang melakukan apa2.. hanya saja.. aku.. hmm.. aku kepikiran kamu terus” kata Youngmin.. kata2 nya membuatku sangat terkejut.

“aa..ahh.. hmm…kau…merindukanku?” aku semakin grogi, bahkan aku mengigit kuku jariku

“ia.. aku sendiri gak tau kenapa, mungkin kita sering bersama-sama kemana-mana..hehe”

“ahhh ia..mungkin..”

“ya sudah, aku tidur dulu ya..kau tidur yang nyenyak ya..”

“aaaahh tunggu dulu jangan di tutup..” teriakku

“wae?”

“hmmm engga-engga..hehehe ya sudah kau juga tidur yang nyenyak ya..besok kita bertemu di sekolah…”

“ne…………..” suaranya semakin melemah

“ya~ yeobuseyyo..youngmin na.. gwenchana?” tanyaku

“Anak itu sudah tidur.. sudah..cepat tidur…” suruh Seseorang sudah dipastikan kalau itu adalah Kwangmin.

“tidur?”

‘tuttt..tutt..tutt’ tiba2 terputus begitu saja.

Yahh dimatiin T_T..

Hmmm tapi gak apa-apa deh, setidaknya ia masih mengingatku sebelum ia tidur..hehehehe ^v^

Hyoyoung POV

Apa Kwangmin sudah tidur? Ha?? Aku lupa mengucapkan terimakasih !! haaaaa bagaimana ini? Ia pasti berfikir aku gadis yang tidak tau terima kasih… haaaa bagaimana? Bagaimana? Apa aku menelfonnya saja ya? Ahh engga..ah, masa seorang gadis terpandang sepertiku menelfon seorang Pria di malam hari. SMS ? ? ahh ia sms saja akh, tidak perlu meminta maaf sambil mendengar suaranya, tidak perlu juga berhadapan langsung, lagi pula kalau aku mengirim dia 1 sms di malam hari, tak ada yang tau kekekekek~

Aku segera mengetik SMS untuknya.

‘Kwangmin~a, maaf mengganggu malam2, aku yakin kamu sudah tidur.. hmmm aku hanya ingin Bilang..hmm Gomawo sudah menolongku tadi, aku tak tau bagaimana jadinya aku kalau gak ada kamu… maaf ya baru mengucapakan sekarang, aku sangat terkejut tadi.. dan Gomawo juga untuk Traktir ice cream di café dan jalan2 di tamannya..kalau begitu, selamat tidur ya.. Gomawo ‘

“Terkirim!!” yess.. aku tersenyum setelah mengirim ia sms..

‘drrrttttt’ Handphoneku bergetar

ha? Ada balasan? Ternyata ia belum tidur.. aku membuka pesan itu.

‘Kyaaaaaaa~ Kau dan  Kwangmin Berkencan? Haaaaa ternyata Jotwins dan Gadis kembar paling sempurna di sekolah NGEDATE !!!! Kyaaaa kenapa gak bilang2 sih hahahaha Gossip Baru…’

“Mwoooooo???? Kau ini siapa???” aku sudah panic.

Ada balasan lagi,..

‘Aku minwoo Hyoyoung~a…handphone Kwangmin tertinggal di rumahku dari hari sabtu.’

Aduhh mampuss… bagaimana ini?

‘Minwoo..berani kau menyebar gossip, awas kau Yahhh’

‘:p suka-suka’

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Aku berteriak histeris, saking histerisnya umma, appa, dan Hwayoung berlari ke kamarku, bahkan appa membawa Sapu.

“hyoyoung~a.. ada apa??” panic mereka

“mana malingnya?” panic appa

“Huaaaa, Bagaimana ini…. Hiks hiks T__T Temanku ingin menyebar gossiipp Huaaa” rengekku

“Aiihhh~ “keluh mereka lalu berjalan keluar. Hiks aaarrrghh aku benar-benar ceroboh!!

-_-_-_-_-_-_-_-

Hwayoung Tidak mengetahui kejadian semalam, ukh meningat itu rasanya aku mau kabur saja T_T.

“onnie… kau kenapa? Kenapa gugup gitu?” Tanya hwayoung sebelum memasuki sekolah.

“ ahh Anieo.. hehehe ayo masuk” ajakku.

Aku dan Hwayoung berjalan menuju kelas, apa yang kami dapat?orang2 menyindir kami… mereka menatap kami sambil berbisik-bisik, Dasar Minwoo Jelek… awas saja kalau bertemu.

“kenapa mereka menatap kita seperti itu?”Tanya hwayoung

“pasti karena si Minwoo” aku pun berlari menuju kelas untuk menemui Minwoo, hwayoung pun mengikutiku dengan keheranan.

“Kya!! MINWOO!!!!” teriakku menggebrak Pintu membuat semua orang menoleh keheranan.

“mwo?? Berisik” kata Minwoo.. dengan emosi yang semakin menjadi aku langsung menghampirinya.

“maksudmu apa? Ha? Sudah kubilang jangan menyebar gosiip” bentakku

“onnie, tenang..” kata hwayoung

“ya? Aku tidak menyebar sms yang kaukirim semalam.. itu hanya gurauan ku saja. Aku hanya bercanda” jelas Minwoo.

“bohong”kataku tiba2 murid datang ke kelasku.

“jotwins datang… jotwins datang” semua sibuk dengan kedatangan si kembar itu.

“aku sudah melihat semuanya, minwoo tidak menyebar sms itu, lihat di madding… ada yang menempel foto kita di madding…”jelas Kwangmin. Dengan segera kami berlari ke depan… ternyata benar, ada yang mengikuti kami..

“wahh ternyata kalian benar pacaran… wahhh” kudengar orang2 berbisik-bisik.

“kami memang pacaran.. puas?” Tanya Kwangmin sambil menggandengku. Apa?? Apa ia bilang? Ia selalu saja membuat keputusan secara sepihak..

“apa???” Tanya ku

“aku dan hwayoung juga sudah pacaran” kata Youngmin, tiba2 hwayoung melotot… pasti sama terkejut nya sepertiku..TBC**

Love Story Of Twins 2

Twiiinss

Cast         :Ryu Hyoyoung

Ryu Hwayoung

Jo Young Min

Jo Kwang Min

(other)…

Genre       : Romance

Rating       : PG – 13

Dua…

Hwayoung POV

Aku dan onnieku tiba di kelas, kulihat anak kembar itu sudah duduk di bangkunya masing-masing…

“annyeong “ Sapa salah satu dari mereka, aku tidak tau mana Youngmin, mana Kwangmin… tapi lebih jelas Youngmin yang duduk di bangku ku. Kami tidak membalas sapaan Youngmin, aku pun duduk dan mengeluarkan Buku-buku.

“kau hwayoung atau hyoyoung?” Tanya Youngmin

“apa kau lupa? Yang duduk dengan mu itu siapa haa?” Sinisku sambil membuka-buka buku pelajaran hari ini.

“kau masih sinis padaku” Kata youngmin lalu mengeluarkan handphonenya, ia sepertinya mengetik sms pada siapa? Sudahlah lupakan gak penting.

“Hwayoung” teriak kembaranku, aku menoleh ke pinggir.

“Wae?”

“Hwaiting ^^” ia memberiku semangat

“ne.. kau juga ^^” kataku sambil tersenyum. Ya, hari ini ada ulangan Matematika, hmm aku pasti bisa hahaha matematika sangat mudah bagiku.

Aku mengerjakan ulangan dengan sungguh-sungguh, ah pusing sekali soal-soal ini,.. assshh kenapa bisa lupa rumus yang aku pelajari kemarin? Aku menoleh pada Youngmin ia mengerjakan dengan tenang… Apa ia bisa semudah itu? Aahh Hwayoung Lupakan…!! Ayo serius, jangan mau dikalahkan dengan anak baru ini..

“aku selesai” Kata Youngmin

“hah?secepat itu?” Tanya Jiyeon sedikit kagum, dan itu membuatku kesal.

“aku juga selesai” tiba-tiba kembarannya menyusul mengumpulkan kedepan lebih dahulu.

Aku menoleh pada Hyoyoung, kami tersenyum lalu saling member semangat.

______

“Aaaassshh, sial sial sial” Keluhku sambil melempar tas kesembarang tempat.

“Ada apa?” Tanya umma

“gak apa-apa umma” sinisku lalu berjalan ke kamar, Hyoyoung menyusul.

“hwayoung~a… tenang..” kata onnieku

“aku kesal onnie,.. Aku gak mau si kembar MIN itu merebut Posisi murid teladan yang kita raih” Kesalku

“aku juga, aku bahkan sangat kesal dengan sikap kwangmin yang ber Pura-pura Baik.. apa maksudnya itu? Ukh” Hyoyoung berbaring di kasur. Kami terdiam dalam pikiran masing-masing..

“aku Cuma tidak mau mengecewakan umma dan Appa” Kataku

“…..”

“ya~ kau dengar aku?” aku menoleh dan melihat ia sudah tertidur pulas, aku tersenyum.. betapa senangnya aku memiliki saudara kembar, melihat ia tertidur seperti itu, sangat manis.. apa aku seperti itu?

———

Apa yang sebenarnya mereka mau? Disisi lain kedua anak kembar itu sangat baik pada kami, tapi di satu sisi mereka seperti ingin merebut posisi kami, itu terbukti, setiap Ulangan pasti mereka mendapat Nilai 100. Sedangkan kami hanya mendapat 99, beda sedikit mungkin.. tapi perbedaan 1 pun membuat kami sangat kecewa. Aku tidak mau posisi murid teladan di gantikan oleh mereka, sangat kesal apabila ada yang menyaingi kami.

Aku sedang membaca buku di perpustakaan, tiba-tiba seseorang datang, ya siapa lagi kalau bukan Youngmin.

“kau disini rupanya, aku tadi mencarimu kemana-mana” Kata youngmin

“sudahlah..pergi saja, cari teman Baru sana” usirku, tatapan ku masih pada buku yang kubaca

“Buku apa yang kau baca?” Seolah tak mendengar kata2 ku ia terus berada di sini.

“Sudahlah aku pergi..” aku membawa buku itu lalu pergi keluar, tapi ia masih mengikutiku.

“Hwayoung~a…”teriaknya

“aku Hyoyoung” bohongku, tapi ia tiba-tiba saja menarik lenganku.

“kau hwayoung..aku tau itu” katanya

“apa? Aku tidak bohong ko”

“kau hwayoung, kau biasa menggerai rambutmu” katanya

“….” Aku terdiam, iisshh~ ternyata aku begitu bodoh

“hahaha, aku sengaja menggerai nya dan hwayoung mengikat rambutnya” aku masih berbohong. Tapi ia malah tersenyum. Asshh kenapa ia tersenyum seperti itu? Sangaaatt manis…

Ia melepas genggamannya.

“sudah ya.. aku pergi,.. oh iya..jangan ikuti aku lagi.. OK?” aku pun berlari, tapi kenapa wajahnya masih ada di otakku… aahh masa bodo.

Hyoyoung POV

Kwangmin, kupikir ia anak yang jaim, dingin, kaku.. tapi ternyata ia sangat pandai bergaul, ia suka bercanda..

Aku lihat ia sedang bercanda dengan Gongchan, Minwoo, dan jiyeon. Aku sangat tidak menyukainya, tapi kenapa aku merasa senang apabila ia bersikap baik padaku?

“Hyoyoung~a…. kau sedang apa melamun di situ? Ayo sini” Ajak Gongchan, aku tersenyum lalu menggeleng.

“kembaranmu mana?” Tanya Jiyeon

“ia bilang ke perpustakaan” jelasku

“kau sedang sedih?” tiba-tiba kwangmin menghampiriku

“ya~Youngmin… kau menyukai Hyoyoung?” Goda Minwoo, ck.. tentu saja mendapat sorakan dari gongchan dan jiyeon.

“Ya~, namaku KWANGmin… ingat, yang paling cakep dan manis diantara kami hanya KWANGmin” Jelas kwangmin

“ahh perasaan sama saja..” keluh jiyeon lalu mendapat tawa dari kami

“hey, kalau kembar bedakan sedikit..jangan membuat orang jad bingung, kau juga pasti kesal kan apabila orang-orang memanggilmu dengan Youngmin? Liat aku.. aku mengikat rambutku, dan Hwayoung menggerai rambutnya, kami sengaja agar tidak membuat orang Bingung.. kalian juga harusnya bedakan.. pake bando kek, jepitan kek.. hahahaha” ejekku lalu berjalan keluar kelas.

Keesokan Harinya.

“Tumben mereka belum muncul?” Tanya hwayoung

“entahlah, eh tumben juga kau menanyakannya? Jangan-jangan…” kagetku

“ah? Jangan-jangan apa?” Hwayoung tampak panic

“jangan-jangan kau sudah merindukan mereka yaaa?? Haaa ngaku” godaku

“iiisshh~ aku kan hanya bertanya… ukh” hwayoung tampak kesal, tapi aku tetap saja tertawa, wajahnya sangat lucu apabila di goda seperti itu, tapi tiba-tiba tawaku terhenti saat si kembar min itu masuk, tapi salah satu diantara mereka rambutnya Blonde.. apa itu Kwangmin? Apa ia menuruti kata2 ku?

“bagaimana rambut baruku?” Tanya salah satu diantara mereka, aku tak tau siapa itu.

“kau Kwangmin? Ck.. ternyata menuruti kata2 ku juga? Hahaha”tawaku

“ya~ aku sudah mengubah warna rambut tapi tetap saja Salah…..” Kesal Youngmin. Aku kaget, ternyata aku salah sangka ..

“hahahaha, kau seperti naruto” ceplos Hwayoung

“Naruto itu rambutnya ke atas tau.. hihh masih saja salah” Kata Youngmin

“apa kau bilang? Tentu saja..naruto juga rambutnya Blonde”

Terjadilah perang mulut antara Youngmin Dan Hwayoung.

“awalnya aku yang mau mengubah gaya rambutku, tapi Keduluan sama Youngmin” jelas Kwangmin

“terus? Gapenting deh” Ketusku

“kau masih marah?? Marah kenapa sih? Ayo ikut aku” ia menarik ku keluar dan mengajakku kebelakang sekolah.

“sebenarnya kau mau apa?” Kesalku

“aku yang harusnya Tanya, kenapa dari awal kalian selalu memusuhi kami? Salah kami apa?” Tanya nya

“masih bertanya? Tidak masalah kalian anak kembar selain kami di sekolah ini, tapi kalian juga sudah merebut posisi murid teladan yang kami raih selama 2 tahun ini. Tapi kalian? Baru 1 bulan masuk sekolah ini tapi sudah merebut semuanya” Jelasnya

“karena itukah?” Tanya Kwangmin

“iya… jadi berhenti bersikap baik pada kami, karena kami membenci kalian” Bentakku

“Onnie…” tiba2 Hwayoung datang bersama youngmin.

“kalian berkelahi?” Tanya Youngmin

“sudahlah.. hentikan rasa benci kalian pada kami, kami tidak bermaksud merebut apa yang kalian miliki.. Maaf atas kejadian itu.. tapi Bisakah kita berteman?” Tanya Kwangmin

“Apa salahnya kita berteman? Bagi kami prestasi tidaklah penting.. jujur aku menyukai kalian, karena di tempat kami jarang ada kembar…mungkin kami kembar satu2nya disana.. sangat tidak nyaman apabila kita berjalan keluar bersama dan orang2 menatap heran” Keluh Youngmin

“Baiklah…ayo berteman” ajak Hwayoung

“dan kau?” Tanya mereka, aku sedikit bingung, aku hanya takut bila aku menyukai kwangmin.

“hmm baiklah, dan maafkan atas sikap kami ya “ pintaku. Kami pun tersenyum. TBC

Love Story of Twins 1

Tittle : Love story of Twins

Cast :Ryu Hyoyoung
Ryu Hwayoung
Jo Young Min
Jo Kwang Min
(other)…
Gendre : Romance
Rating : PG – 13

Epilog…

Aku berlari keluar rumah setelah menguping pembicaraan appa dan umma.
“Hyo young~a!!!” panggil umma ku dari arah belakang. Namun aku tidak menghiraukannya dan terus berlari, entah aku mau kemana.. yang jelas aku tidak mau ada di rumah. Air mataku jatuh , menetes begitu saja. Apa aku benar-benar sudah terlanjur mencintainya?? Kenapa aku ini??
Aku duduk di sebuah taman raya. Penuh dengan manusia yang sedang menjalankan aktifitasnya.
“Kring!!” ponselku memekik kencang.
Aku pun mengangkat telepon itu.
“Wae?”
“Onnie… Kau dimana?? Umma dan appa bilang kau pergi dari rumah ! pantas saja dari tadi perasaanku tidak enak”
“….”
“YAAA~ Choi Hyoyoung !! kau dengar aku??” amuk hwayoung
“ne. aku mendengarkanmu..”
“onnie, pulanglah. Memangnya ada apa?? Kenapa kau sampai pergi begitu? Tidak biasanya kau melakukan ini..”
“Umma.. Appa.. sungguh keterlaluan” jelasku sambil terisak menangis.

SATU…

Anhyeonghaseo ^^
Aku Choi Hyoyoung . seorang anak yang terlahir dari keluarga sederhana yang bahagia, aku memiliki adik yang bernama Hwayoung. Ya. Kami berdua kembar, fisik kami tidak ada bedanya, terkadang orang-orang sulit membedakan mana Hwayoung dan mana aku 😀
Aku duduk di bangku kelas 2 SMA.Ibuku bernama Park Gahee , dia ibuku yang super aktif & fashioneble. Selalu sibuk mengurus perusahaan butique nya yang sedang mengalami perkembangan pesat. Ayahku bernama Choi Siwon, ayahku benar-benar seorang laki-laki yang lembut, tapi disiplin, beliau bekerja sebagai direktur utama di perusahaan keluarga Choi.
Pagi ini , hari yang cerah..
“Hyoyoung, Hwayoung ! Irona !” suara Umma membangunkan kami berdua yang sedang tidur nyenyak.
“ayo bangun !! kalian tidak mau datang kesiangankan??” sahut umma sembari membuka garden jendela sebelah utara.
Tak lama, sinar matahari mulai menusuk pandanganku. Aku membuka mata perlahan dan segera bangun, begitu pun Hwayoung.
“Setelah selesai bersiap-siap, Umma dan appa tunggu dibawah untuk sarapan, lalu kita akan berangkat bersama. Arraseo?”
“Ne, Arraseo Umma” jawabku dan Hwayoung senada.
Beberapa menit kemudian, aku dan hwayoung sudah siap mengenakan seragam, membereskan buku pelajaran dan memasukannya kedalam tas kami masing-masing.
Dengan gaya khas kami, aku selalu mengikat rambutku, sedangkan Hwayoung selalu menggerai rambutnya dan memakai bondu. Hal ini bertujuan agar umma dan appa bisa membedakan kami berdua 😀
“Anhyeonghasimnika Umma, appa” sahut hwayoung menyapa mereka yang sedari tadi sedang mengoleskan selai di roti kami berdua.
Aku dan hwayoung duduk di meja makan dan segera memakan roti selai coklat kesukaanku, sedangkan hwayoung memakan roti selai strawberry kesukaannya.
“Kalian terlihat gembira. Apa ada hal yang membuat kalian senang?” sahutku
Umma dan appa tersenyum.
“tentu saja. Perusahaan appa mu mendapat client dari amerika dan hal itu berdampak positif untuk perusahaan keluarga kita.” Jelas Umma
Aku dan hwayoung mengangguk-ngangguk paham.
“dan umma mu ini, sukses dengan butique nya . di situs website nya banyak yang memesan gaun-gaun cantik buatan ummamu. Dan tidak hanya itu, ada pengunjung yang menawarkan harga tinggi untuk gaun buatan butique umma” sambung appa
“ahh, Chincayo?? Chukaeyo, umma Appa” sahut hwayoung.
“ne, Chukaeyo..” sahutku
“gomawoh, hwayoung, hyoyoung..” sahut umma dan appa.
Setelah selesai sarapan, aku dan hwayoung menuju mobil dan segera berangkat sekolah.
20 menit kemudian..
Kami sampai di depan sekolah “ Seoul international school” itu sakolah kami.
“anhyeong umma, appa” sahut Hwayoung.
“belajar yang benar ! Hyoyoung, jaga adikmu ! pastikan dia tidak lagi dihukum gara-gara membawa alat make up kesekolah!” sahut Appa.
“Ne.. kalau ia dihukum karena hal itu lagi, aku benar-benar akan membuang alat make up nya!” sahutku.
“Onnie!!” hwayoung langsung cemberut.
“ya sudah, cepat masuk!” sahut umma.
“ne, anhyeong!” aku menarik lengan adikku. Umma dan appa pun pergi.
Aku dan hwayoung berjalan bersama menuju kelas kami.
“Ya~ jika kau membawa alat make up lagi, aku benar-benar tidak akan mengampunimu lagi! Arraseo?”
“ne, onnie !!”

TEEEEENGGG !!
Bel masuk berdering , semua murid masuk kedalam kelasnya masing-masing.
Aku dan hwayoung dengan rapi duduk di depan. Kami berdua adalah murid teladan selama 2 tahun berturut-turut. Umma dan appa benar-benar mendidik kami berdua, di mulai dengan les privat di rumah, ada pun di sekolah, semua teman-teman selalu memuji kami berlebihan. Tapi adikku Hwayoung selalu saja bertingkah bodoh dan ceroboh. Kadang meneraktir teman-temannya secara berlebihan, selain itu terkadang ia salah menghafalkan pelajaran yang akan di ulangankan. Haha.. sungguh ia sangat ceroboh.
“anak-anak, ibu membawa 2 orang murid baru. Mereka pindahan dari Busan”
“Busan?”
“anak kampung dong”
“iya betul !! mana bisa mereka masuk sekolah sehebat ini?”
Teman-teman sekelasku ribut berbisik-bisik. Hanya aku dan hwayoung yang tidak mengeluarkan suara.
“sssstt !! sudah diam ! tutup mulut kalian ! tunggu sebentar..” Ji Hye nim berjalan keluar kelas dan menggandeng kedua murid baru itu.
Aku dan hwayoung sedari tadi sudah menguap 4x, kami tidak memperhatikan ke dua murid baru itu, sesekali kami memainkan rambut, pensil dan menunduk.
“ini Young Min, dan ini Kwang Min” sahut ji Hye nim memperkenalkan mereka.
“WOAA~~ KEMBAR!!”
“iya kembar !! tampan sekali mereka !!”
“benarkah mereka dari busan? Tapi wajahnya benar-benar tidak mirip orang kampung!!”
Seru teman-temanku.
“MWO~??? KEMBAR????” aku dan Hwayoung kaget. Dan segera melihat kearah 2 laki-laki kembar itu, young min dan kwang min.
Seketika aku dan hwayoung menelan ludah, gila!! Dikelas bakal ada 2 yang kembar ..
“Onnie,, mereka saingan baru kita! tidak boleh kita biarkan begitu saja!! Jangan sampai posisi murid teladan kita direbut si kembar Min itu” Hwayoung berbisik padaku.
Aku mengangguk setuju.
“Hyoyoung dan Hwayoung juga murid kembar dikelas ini..” sahut Ji hye nim mengenalkan kita pada si kembar Min.
“selain itu, mereka murid teladan selama 2 tahun berturut-turut ini. Mungkin kalian bisa belajar banyak dari mereka.”
Aku dan Hwayoung tersenyum dengan terpaksa.Si kembar min juga tersenyum ke arah kami.
“Hyoyoung, kali ini kau duduk bersama Kwang Min ! kau bantu dia dalam mengikuti pelajaran kita selama ini.”
“Mwo?? Ji Hye Nim…”
“tidak ada tapi tapian !” sahut ji hye nim
“ne arraseo..” aku membereskan tasku beserta isinya dan pindah ke bangku ke-2. Aku tau ini Rencana Ji hye nim agar aku tidak menempel terus bersama Hwayoung.
Kwang min pun menyimpan tasnya di sebelahku dan duduk.
“Lalu, Kau Hwayoung, duduk lah bersama …” ji hye nim belum beres berbicara.
“Ji hye nim !! aku duduk bersama Jiyeon saja . hehehe” jawab Hwayoung.
Sungguh konyol adikku ini!
“suruh siapa kau duduk bersama jiyeon??? Ibu bilang kau duduk bersama Young Min !!” bentak Ji hye nim.
“huffh.. ji hye nim… ku mohon.. aku duduk bersama jiyeon saja..”
“tidakk !! duduklah bersama young min!”
Hwayoung langsung cemberut dan segera duduk di sebelah young min. Haha aku dan kembaran ku memang sehati ^^

Hwayoung POV
“menyebalkan sekali…” gerutu ku pelan.
“wae??” tanya young min yang ada di sebelahku
“aniyo..” sahutku tanpa menatap matanya.
“kau tidak suka padaku?”
“Mwo??”
“padahal aku suka padamu..”
Wajahku seketika memerah. ‘apa dia bilang?? Suka?? Padaku??’
“ckk. Jangan bercanda! Konyol sekali kau ini!” kataku sembari memukul bahunya pelan. Padahal kita baru saja kenal..
Young min hanya tersenyum.
“bantu aku.”
“Mwo?”
“bantu aku menyesuaikan diri di sini..”
“tanpa kau minta bantuan padaku pun kau pasti bisa sendiri” jawabku dingin sambil memainkan pulpenku. Tiba-tiba young min menghentikan gerakan pulpenku dan mengambilnya.
“hey ! kembalikan pulpenku!” sahutku sembari berusaha merebut pulpenku kembali.
“Hwayoung” young min mendekatkan wajahnya padaku.
Aku jadi salah tingkah dan tidak tau harus bagaimana !! aku memejamkan mataku.
“fuuuhhh” young min meniup wajahku pelan. Sontak aku langsung menjauhkan wajahku dari wajahnya.
“aissh ! kau ini!” sahutku sambil tersenyum.
“sungguh senang bertemu denganmu.”
Aku dibuat kaget lagi oleh kata-katanya. Dasar anak kampung..baru masuk sudah berani mengangguku.

Hyoyoung POV

“anhyeonghaseo, aku Kwang min.” singkatnya memeperkenalkan diri padaku.
“hmm. Aku Hyoyoung” sahutku tanpa menatap kedua matanya. Jujur aku masih canggung.
Kwang min membalikan badannya menghadap kearahku.
“Wae?”
“hhm? Apanya yang kenapa?” sahutku tidak mengerti
“kenapa kau tidak menatap mataku saat kita berbicara?”
“apakah setiap orang selalu melakukan itu?” tanyaku.
Ia tersenyum. “tentu.. agar kita memudahkan membaca fikiran seseorang”
“kalau begitu, aku ralat kata-katamu. Tidak semua orang berbicara sambil menatap mata.”
“sayang sekali..”
“kenapa?”
“sayang sekali, padahal matamu indah.”
Aku langsung melirik kearahnya. “Mwo??”
Kwang min tersenyum manis. “aahahaha.. akhirnya kau menatap mataku”
“ck ! kau ini !!menyebalkan sekali”
Kwang min terlihat senang .
Ok, aku akui dia adalah seorang laki-laki yang tampan dan manis.. tapi dia tidak akan berhasil menggeser posisi kami !! Kami Anak kembar terbaik di sekolah ini.

Istirahatpun tiba..
Aku tidak keluar kelas, karena sibuk menyusun jadwalku.
Tiba-tiba, kwang min menyodorkan misting bekal makan siangnya padaku.
Isinya 2 tungkup hot dog dan ada nasi kepal juga. Seketika aku langsung menatapnya.
“kau tidak makan siang? Aku bawa makanan lebih. Makanlah!” sahutnya.
“aniyo, gomapta. Aku tidak lapar..”
Ke adaan tiba-tiba hening. “Kriuuuukkkk!”
Aku membelalak kaget saat perutku berbunyi. Kwang min hanya tersenyum renyah.
“kau bilang tidak lapar? Kenapa perutmu berbunyi ? dasar bodoh”
“M..Mwo?? beraninya kau mengataiku bodoh? Ck.. kali ini kau ku ampuni!” sahutku. Kwang min memukul kepalaku pelan.
“sudah ! cepat makan jangan banyak alasan”
Aku hanya menatapnya risih, dan memakan hot dog pemberiannya.

Sementara itu..
“hwayoung!! Heyy !! tunggu aku !!” sahut young min. hwayoung terus mempercepat langkahnya.
“kenapa kau terus mengikutiku ??!!!”
“mulai sekarang aku akan senang hati menjadi pengikut setiamu!!” teriak young min. semua orang melihat kearah mereka berdua. Hwayoung menghentikan langkahnya dan berbalik kearah young min.
“kau !!! ck.. dasar kau ini ! jangan bikin aku malu didepan orang-orang!!” kesal hwayoung. Aku pun sangat kesal melihat nya.
“baru pertama kali aku menemukan wanita sepertimu. Kau sungguh unik”
“sudahlah ! kau hanya membuang waktu saja” hwayoung bergegas pergi.
Young min pun terus mengejarnya.

———————————————————————————————-

“onnie, kau tahu laki-laki yang bernama young min itu? Sungguh membuatku kesal seharian ini” keluh saudara kembarku ini disaat perjalanan pulang.
“begitu kah? Dia terlihat cocok denganmu.” Kataku, berusaha menggodanya
“ck ! onnie , kau gila . aku tidak mungkin menyukainya. Walau pun dia bilang menyukaiku.”
“mwo?? Dia bilang menyukaimu?? Cepat sekali ia berkata begitu ! padahal baru pertama kali bertemu” sahutku.
“aku juga tidak mengerti. Kemanapun aku pergi dia mengikutiku ! kecuali kalau aku pergi ke toilet.. sungguh konyol sekali anak itu”
Aku hanya tersenyum mendengar cerita adikku ini.
“bagaimana denganmu?”
“ah?? Aku??”
“iya, kau dan… kwa.. ah.. aku lupa namanya!” sahut hwayoung
“Kwangmin..”
“iya itu maksudku. Ayo ceritakan tentang dia! Sepertinya dia lebih sopan dan lembut di banding dengan young min”
“kwang min memang lebih sopan. Dia tidak banyak berbicara. Tapi terkadang dia suka menjailiku.. tadi siang aku dan kwang min makan siang bersama .”
“benarkah itu?? Waah.. sepertinya cocok denganmu” sahut hwayoung sembari memukul pelan bahuku.
“aku dan kwang min tidak ada apa-apa..”
“sekarang onnie bicara begitu, nanti mungkin ada suatu hal diantara kalian.” Hwayoung bergurau.
“kau ini ! kau juga sama saja! Mula-mulanya aja benci young min, kau tahu sebuah pepatah? Benci bisa jadi cinta!”
“Cinta? Ya~… jangan mikirin cinta mulu… jangan-jangan kau ingin punya pacar ya?” Goda Hwayoung
“iisshh.. pikirin pelajaran dulu lah… inget ya!! Ga boleh ada yang menyaingi kita di sekolah” Tegasku
“Tentu saja.. kalo ada yang merebut posisi kita.. kita harus rebut kembali” Semangat Hwayoung. Aku pun tersenyum lalu menggandeng tangannya.

TBC***

Last Day

Author : Sicafira
Genre : Friendship, Mistery
Rated : Bebas lah, PG-15, Dewasa ,ga ngaruh.. ga ada NC nya.. hehehe intinya semua umur.
Cast : Lee Ji-eun a.k.a IU
Park Jiyeon T-ara
Lee Jinki onew SHINee
Other… cari sendiri.. hehehe
Disclaimer : Cast nya bukan karangan aku… tapi ceritanya asli karangan aku…Dilarang Copas tanpa seizing aku. #halah. … hehehe.. oh ia.. Don’t be silent readers oke ^^

Annyeong, hehehe mian ini ff gajelas.. aku bikin karena lagi sayang-sayangnya sama sahabat2 aku ..#eeaaaa#… hihiihi kalo ga suka jangan coment, jangan bashing pula, tapi kalo kritikan aku memebutuhkan itu.. hihihihi… moga kalian suka ya… ^^

PART 1……..
Senyumnya…. Tawanya… tangisnya… genggaman tangannya… pelukannya… kenapa aku membayangkan ia terus? Sahabatku, sahabat terbaikku…
Namaku lee ji-eun, usia ku 17 tahun, aku seorang gadis biasa, tidak kaya, pintar, maupun cantik, tapi aku selalu merasa hidup ku itu sempurna, aku memiliki keluarga yang begitu perhatian padaku, umma dan appa, lalu Lee Jinki oppaku yang berbeda 2 tahun dariku.
Namun, aku tambah merasa sempurna karena aku memiliki seorang sahabat, Park Jiyeon, aku mengenalnya saat aku masuk SMA, ia seorang gadis begitu baik, ia selalu memikirkan perasaanku, tak peduli dengan keadaannya yang sering sakit-sakitan, ya, Jiyeon dari dulu sering sakit, orang tuanya bercerai dan ia tinggal sendiri di apartementnya… perbedaan ku dan Jiyeon, Jiyeon terlahir dari keluarga kaya, anak satu-satunya, namun orang tuanya bercerai 2 tahun lalu dan Jiyeon hanya tinggal sendirian, aku sangat kasihan padanya, apalagi ia mengidap penyakit asma, aku merasa ingin melindunginya, terkadang aku sangat ingin menyuruh dia pindah kerumahku, tapi ia menolak karena alas an ‘ takut merepotkan keluargaku’. Jiyeon, gadis itu.. ahh ia sangat sulit ditebak, sifatnya itu sedikit keras kepala dan pendiam… bahkan hari ini ia tampak sedih dan pucat. Aku menghampiri Jiyeon yang hanya duduk sendiri di pojok kelas sambil menulis sesuatu di buku Binder nya yang berwarna hitam.
“Jiyeon~a.. kau kenapa?” Tanyaku..
“gwenchana..” Kata Jiyeon sambil menutup Bindernya.
“Kau sakit?” tanyaku
“anieo….” Ia tersenyum lalu memegang tanganku
“ji-eun……… aku merindukan umma dan appaku” kata Jiyeon
“mereka pasti merindukanmu juga..”kataku seolah menghiburnya, walau aku sempat berfikir bahwa orang tua jiyeon sangat jahat, mereka egois, meninggalkan Jiyeon sendirian dan sampai sekarang belum menemui anak satu-satunya yang kesepian ini, mereka hanya transfer uang tanpa menanyakan kabar sekalipun..
“sebenarnya aku sangat ingin terlahir kembali ji-eun..” kata Jiyeon
“sudahlah Jiyeon, ada aku disini… kalau kau terlahir kembali, mungkin kau tidak akan mengenalku…. Kau ingin meninggalkanku?” Tanya ku
“ani…” ia tersenyum manis, lalu aku memeluknya.
Aku berjalan pulang bersamanya ia memegang tanganku erat, rasanya ia tak ingin melepaskanku, begitu pun aku.. angin berhembus membuat suasana sangat kaku, kami duduk di pinggir jalan, di depan sebuah toko baju yang sudah 10 tahun kosong.
“mau kerumahku?” Tanya jiyeon
“aku mau membantu ibuku memasak, hari ini Jinki oppa di terima di universitas” Kataku
“chinca?? Universitas mana? “ tanya Jiyeon antusias.
“Shinhwa universitas… oppaku menghabiskan tabungannya untuk masuk kesana..” jelasku
“jinki oppa benar-benar pintar, sudah tampan, pintar pula… hihihihi” Puji Jiyeon
“kau? Suka pada jinki oppa?” tanyaku
“hmmm.. sedikit..” kata jiyeon tampak malu-malu
“kyaaa??? Chinca? Whaa.. aku setuju sekali” aku heboh
“kan sedikit..”
“bohong”
“ia, hanya mengagumi saja ko”
“ah masa???”
“ya sudah kalau tidak percaya..” kata jiyeon cemberut, aku hanya tertawa puas setelah menggodanya. Aku tau ia suka pada jinki oppa, aku sudah tau dari dulu, aku bisa melihatnya dari mata jiyeon, aku juga bisa merasakan kalau sekarang ia sedang mendapat masalah, tapi aku enggan menanyakan itu, aku takut ia sedih lagi…
“ia, aku menyukai Jinki oppa” kata Jiyeon tiba-tiba, dengan cepat aku menoleh ke arahnya…
“mwo?” kagetku, ia benar-benar jujur saat ini.
“Jujur saja, aku menyukainya dari dulu.. mian tidak memberitahumu Ji-eun~a…” kata Jiyeon
“kenapa tidak bilang dari awal?” heranku
“ aku hanya tidak mau kau mengaggap kita bersahabat seperti ini, karena aku ingin dekat dengan jinki oppa..” kata jiyeon, wajahnya murung..
“padahal kalau kau bilang dari awal, aku akan sering mengajak mu ke rumahku…. Sudah ku bilang kau tinggal di rumahku saja…” tegasku
“tidak!! Aku tidak mau merepotkan kalian saja…” kata Jiyeon
“kau tidak merepotkan, bahkan kami sangat senang kalau kau tinggal di rumahku” kataku sambil memegang bahunya.
“ sudahlah, oh iya.. aku sangat ingin melihat jinki oppa, ahjumma dan ahjussi” kata Jiyeon
“ayo kerumahku, kita rayakan bersama” ajakku sambil menarik tangannya
“ayo!!” ajak Jiyeon sambil tersenyum manis.

***
“Ji-eun, kau sudah pulang?” Tanya appa yang sedang menyapu di depan rumah
“annyeonghaseyo ahjusii” sapa jiyeon
“jiyeon? Ayo-ayo masuk, aduh maaf rumah berantakan” kata appa
“ah, gwenchana, rumah ku juga berantakan..” kata Jiyeon, Kami pun masuk ke dalam, umma menyambut Jiyeon dengan baik… kami pun membuat Makanan bersama, aku senang melihat Jiyeon tertawa Puas seperti itu, umma dan appa benar-benar hebat bisa membuat candaan seperti ini…
“aku pulang……..” kata Jinki oppa lalu memasuki rumah,
“lho? Ada tamu rupanya” kaget jinki oppa, aku bisa melihat ekspresi Jiyeon yang tersipu malu di tatap oleh Jinki Oppa…
“ehemmm” aku berdehem sehingga membuyarkan suasana.
“kalian masak? Wahh makan besar ini” kata Jinki oppa yang perutnya pasti sudah bersenandung.
“Lee Jinki… ganti baju dan cuci tangan Dulu..” suruh Umma
“arraseo… arraseo” kata Jinki oppa lalu berjalan menuju kamarnya.
“Jinki memang seperti itu, dari dulu gak pernah bersikap dewasa..” kata umma
“ne, ahjumma, dia memang seperti itu, selalu saja..” kata Jiyeon.
“jiyeon… umma dan appa mu bagamaina kabarnya?” Tanya Umma, senyum Jiyeon memudar, aisshh~ kenapa Umma menanyakan hal seperti itu sih?
“ah, mereka… masih belum memberi kabar… “kata Jiyeon
“aigoo.. mereka itu bagaimana sih? Masa anak di tinggalkan seperti ini? Mereka bercerai yang jadi korban kan anak, aigoo~ ko ada orang tua macam itu, ?” keluh umma
“eomma!!” bentakku, umma terdiam kaget.
“ahh, sudahlah… mereka memang orang tua yang tak bertanggung jawab.. “ kata Jiyeon.. Ya tuhann ia, tabah sekali, ia benar-benar gadis yang sabar.. Jiyeon, kau hebat.
“kau tenang saja, ada kami, anggap saja kami keluargamu, kami siap menjadi orang tua angkatmu… kami sudah menganggapmu anak kami sendiri..” kata Appa, tapi tiba-tiba jiyeon meneteskan air mata.
“sudahlah jiyeon…” aku memelukknya.
“gomawoh… gomawoh….” Kata Jiyeon sambil mengelap air matanya.
“ada apa ini?” Tanya jinki oppa tiba-tiba datang
“gak ada apa-apa, ayo sudah kita makan…..” ajak Appa, Jinki oppa menatapku heran aku hanya menggeleng, lalu jinki oppa menatap jiyeon, seperti member isyarat ‘ hwaiting’.. Jiyeon hanya tersenyum.
Kami pun makan bersama, Ya, walau makanan yang kami sajikan tidak semewah makanan mahal, tapi aku harap Jiyeon menyukai ini… aku lihat juga, jiyeon membuat Spagheti.
“Ayo kita bersulang untuk Jinki yang sudah di terima di universitas” kata Appa
“ne..” kompak kami, dan kami pun bersulang.
“oppa, aku buatkan spaghetti.. ini” Jiyeon memberikan sepiring spaghetti
“whaaa… kamsahamnida Jiyeon~a..” kata Jinki oppa menerima dengan senang hati. Lalu Jinki oppa mencoba spaghetti buatan Jiyeon.
“aaahh, enak sekali….” Kata Jinki oppa.
“chinca?” Tanya jiyeon tak percaya
“ne, “ jinki oppa mengangguk mantap
“aku mauuu” rengekku
“aku buat 4 porsi ko.. hehehehe ini… “ jiyeon menyodorkan 2 piring spaghetti dari dapur.
“kupikir ini special untukku” keluh Jinki Oppa
“tapi untuk Jinki oppa, aku buat dengan rasa special” kata Jiyeon, aku tersenyum mendengarnya, rasa apa lagi selain cinta. Hahahaha kami tertawa bersama hingga malam pun tiba. 2 jam bersama, jiyeon membuka handphonenya. Ia seperti melihat jam entah sms.
“sudah malam, saya pamit pulang dulu….” Kata Jiyeon
“jangan Pulang malam hari, menginap saja disini…” kata umma
“bahaya seorang gadis pulang jam 9 malam” kata appa
“tidak bisa, aku harus pulang” kata Jiyeon
“wae?” Tanya umma
“ada yang mencari ku di apartement, pasti teman appa…. “ kata Jiyeon
“biar ku antar sampai halte Bis ya” kata Jinki oppa
“ne… “ kata Jiyeon.

“Semuanya…. Aku akan pulang, terima kasih ya untuk semuanya… aku benar-benar senang hari ini, kalian adalah keluargaku, Kamsahamnida” kata Jiyeon
“hati-hati di jalan ya” kata umma. Aku pun berlari lalu memeluknya.
“Jiyeon…… aku menyayangimu…” kataku sedikit berbisik
“gomawoh…” kata Jiyeon, aku pun melepas pelukannya lalu melihat Jiyeon pergi bersama jinki oppa. Jiyeon~a… kenapa perasaanku seperti ini. Aku merasa ini adalah pelukan kita yang terakhir.

***
Aku sampai di sekolah, aku tidak menemui sosok jiyeon di bangkunya, tidak biasnya ia datang telat, atau aku terlalu cepat?
“lee Ji-eun” temanku , mengagetkan ku.
“aissshh… Hyomin .. ada apa?” Tanya ku
“kau mencari Jiyeon?” Tanya Hyomin
“Ne… kemana dia?” Tanya ku
“ia… ia.. bunuh diri” kata Hyomin. Aku terdiam sejenak, Bunuh Diri?
“haha,, jangan Konyol.. “ tawaku
“ini….” Ia memberikan sebuah Foto.. aku terbelalak melihatnya… Foto jiyeon sednag tergeletak di pinggir jalan dengan darah dimana-mana.. tiba-tiba dadaku sesak menerima ini..
“gak mungkin… ini pasti Bohong… darimana kau dapat semua ini?” tanyaku histeris membuats semua Murid mengehampiri ke kelasku.
“ayahku polisi, hiks… aku baru tau tadi pagi… ia bunuh diri dari lantai 23 di apartementnya, aku sempat gak percaya… tapi,…” hyomin menangis.
“hentikan… ini gak mungkin terjadi, Jiyeon, tidak mati…. Ini bohong…” teriakku histeris air mata tak bisa kutahan lagi…
“ji-eun…sudaahh…” kata teman-temanku.
“aahhh berisik, ini gak mungkin terjadiii!!! Kalian tidak tau, jiyeon gak mungkin ngelakuin ini…. Gak Mungkinnnnnnnnnn” teriakku.
“ayo aku antar ke rumah sakit, untuk melihat jasad Jiyeon.” Ajak Hyomin. Aku terus menangis tak berhenti.

Aku terduduk di bangku, lalu hyomin mengajaku masuk… ruang Jenazah?
Aku terdiam melihat sosok Jiyeon yang masih memakai seragam, wajahnya pucat, dan banyak darah kering di tiap baju nya. Jiyeon? Kau kah itu? Kau yang sedang tertidur pula situ? Kau tidur selamanya? Hiks hiks, tega sekali kau melakukan ini Jiyeon.
“jiyeon………………. Park Jiyeonnn!!!!! Bangunnnn… ini aku.. ayo cepat bangun… janagn seperti ini..” aku berteriak sambil menangis, hyomin memelukku.
“sudah ji-eun… sudah… hiks” kata Hyomin
“Jiyeooonnnn!!!!….. Hiks … “ aku menangis lalu terduduk di lantai sambil menangis, tiba-tiba datang beberapa polisi dan wartawan. Aku pun duduk di peluk oleh Hyomin.
“Park Jiyeon 17 tahun, tewas bunuh diri dari lantai 23. Mungkinkah ia tewas karena depresi? Dengar-dengar orang tuanya bercerai dan meninggalkannya sendiri di apartement selama 2 tahun?” Tanya Wartawan
“kami masih belum bisa memastikan alasan dia bunuh diri, tapi kami sedang mencoba menghubungi ke dua orang tuanya. Namun sangat sulit, ibunya sudah menikah lagi dengan orang amerika dan tinggal disana dan memiliki anak, sementara ayahnya pergi bersama keluarga barunya ke Singapore… hanya itu yang bisa kami dapatkan, selebihnya kami masih belum bisa memastikan,” kata Polisi
“lalu bagaimana dengan temannya?” Tanya wartawan, lalu beberpa detik kemudian semua menoleh padaku.
“apakah anda teman park jiyeon?” Tanya Wratawan
“ne…” jawabku lesu
“apa yang anda tahu tentang park jiyeon? Apa anda tahu alasan Jiyeon Bunuh diri?” Tanya wartawan
“ia sahabatku…aku tidak tahu” aku pun berjalan pergi, ku lihat hyomin berusaha mengejarku. Aku terus berlari, aku berlari dan melihat sisa darah jiyeon di depan apartementnya, aku tidak boleh masuk, masih banyak polisi dan wartawan. Dan aku menatap ke atas gedung… Jiyeon….
Aku berlari kerumah, berderai air mata… aku langsung memeluk umma ku. Ummaku menangis sepertinya ummaku sudah tahu berita kematian Jiyeon. Aku menagis sejadi-jadinya, begitu pula umma, appa sedang duduk teremenung.
“ji-eun… kau harus sabar ya” kata umma
“andwae!! Eomma.. jiyeon sudaah pergi umma.. Hiks eotteohkke??” aku masih menangis
“sudah ji-eun na… sudahh” kata umma menangis
“andai aku bisa menahannya agar tidak pulang..” kata appa.
“jiyeon.. hiks…” aku menangis. Demi tuhan aku akan beri pelajaran pada orang yang menyebabkan Jiyeon Bunuh diri.

***
Pemakaman Jiyeon, orang Tuanya masih belum datang….
Aku melihat peti mati sudah di kuburkan… Ternyata perasaan ku benar, hari itu benar-benar hari terakhir kami bersamanya… tapi aku masih tidak percaya bahwa jiyeon bunuh diri. Jinki oppa.. dia orang terakhir yang di temui Jiyeon, aku akan menanyakannya.

“oppa… kau mengantar Jiyeon sampai mana?” tanyaku sambil berjalan pulang menuju rumah
“sampai halte Bis.. aku tidak menyangka ia melakukan ini” kata Jinki oppa, tapi dari raut wajahnya ia seperti menyembunyikan sesuatu.
“apa Jiyeon berkata sesuatu?” tanyaku
“hmm tidak… hanya mengucapkan terimakasih saja, Ji-eun~a aku duluan ya.. aku ngantuk” kata Jinki oppa. Ia seolah menghindar. Tiba-tiba aku melewati toko kosong waktu itu, aku benar-benar merindukan Jiyeon..Kemarin kami duduk bersama di sana.
“Lee Ji-eun” teriak seseorang, itu Han Eunjung.. teman ku.
“aku ingin mengatakan sesuatu, ini ada kaitannya dengan Park Jiyeon” kata Eunjung
“apa? Cepat katakan..” aku sangat antusias, mungkin ini adalah petunjuk kematian Jiyeon.
“Oppa mu, yang tampan itu.. kemarin malam Jiyeon bersama oppa mu di halte Bis” kata eunjung
“ia, oppaku hanya mengantarnya sampai halte”
“Jiyeon menangis, oppamu memeluknya.. aku yakin, ini ada hubungannya dengan oppamu” kata eunjung
“menangis? Tapi oppaku bilang Jiyeon tidak bicara apa-apa.. “ kataku
“aku yakin, oppamu tahu sesuatu” kata Eunjung.
Aku segera berlari menemui Jinki oppa, mendobrak kamarnya. Kulihat ia sedang terduduk di tempat tidurnya, ia pasti kaget.
“Katakan… kenapa kau memeluk Jiyeon ? apa alas an Jiyeon menangis?” tanyaku
“apa maksudmu”
“Jiyeon.. menyukaimu, kau pasti menolaknya.. sehingga ia frustasi.. ia kan??”
“haha.. jangan konyol!!” tawa Jinki oppa
“kau pasti penyebab kematian Jiyeon” Tuduhku
“Baiklah, aku Jujur.. Jiyeon ia menangis, karena ia di pukuli oleh ibu-ibu yang menuduh ibunya Jiyeon merebut suami mereka, Jiyeon menangis dan aku hanaya menolongnya.. ia hanaya berkata jangan katakana aibnya ini pada siapa-siapa” mungkin itu alas an Jiyeon Bunuh diri. Aku menangis.
Aku memasuki kamar apartement Jiyeon. Ku lihat Buku Binder Hitam yang sudah kupastikan itu adalah Diary Jiyeon. Kenapa tergeletak di pinggir jendela? Apa polisi tidak memeriksa ini? Aku pun membacanya.

Part 3…..
‘Namaku park Jiyeon,aku baru menulis di buku ini, aku ingin menuliskan ceritaku disini, ^^ hidupku.. ah sangat sulit aku jelaskan… hari ini tanggal 13 agustus 2010. Huffh, Appa Bilang akan pulang, aku sangat senang, ia bilang akan melunasi hutang-hutangnya pada Rentenir-rentenir yang selalu menagih padaku. Tapi aku sangat sedih, ayahku menjadikanku sebagai jaminan.. aku tidak boleh kabur, saat pukul 10 malam nanti aku harus sudah ada di rumah. Ummaku, ia juga bilang akan menemuiku ia bilang merindukanku. Ada apa ini? Aku sangat senang tapi aku tidak Yakin akan Hal itu…….’

Aku yakin kata-katanya terpotong olehku… masih ada satu halaman terakhir…

‘Lee ji-eun, kau sahabat terbaikku… aku janji akan membalas kebaikanmu. Hari ini.. aku sangat senang sekaligus sedih. Aku sangat senang karena keluarga Ji-eun begitu menyayangiku. Namun aku sangat sedih, aku mendapat 2 sms.. yang satu dari appa yang menyuruhku harus sudah ada di apartement pukul 10, dan umma yang sudah ada di sana menungguku.. saat ku di jalan ada 4 orang ahjummma menjambakku, menarik bajuku dan menamparku.. mereka mengatai ibuku kabur dan merebut suami orang, mereka menanyakan dimana ummaku, tapi sudah 2 tahun aku tak pernah bertemu dengannya.. aku sangat sakit hati mereka mengatai ummaku dengan kata-kata kasar dan menyakitkan. Mereka pun pergi setelah di usir oleh Jinki oppa.. ya, pria itu selain tampan dan pintar, ia juga sangat baik hati. Aku menangis di pelukannya dan bilang padanya agar menyembunyikan ini.. aku sangat malu. Apalagi pada ji-eun, ahjumma ahjussi. Huffhh, saat aku sampai disini, sudah ada ummaku di depan apartementku, ia meminta uang yang di transfer appa padaku. Ia hanya meminta uang, bukan merindukanku. Aku tidak memeberikannya karena appa sedang terlilit hutang. Umma marah besar.. dan pergi meninggalkanku. Setengah jam kemudian Appa datang ia menyuruhku untuk menjual diriku pada renetenir itu, aku menangis sejadi-jadinya.. aku menolaknya dan mengusir appa. Kini… aku hanya duduk sendiri sambil menangis menunggu rentenir itu datang, dan aku sangat ingin pergi…..’

Aku menangis membaca tulisan terakhirnya….. aku berhenti menangis saat mendengar suara langkah kaki seseorang.
“kau sudah membacanya?” Tanya seorang gadis, jantungku berdebar cepat.. siapa yg datang ke apartement Jiyeon? Apa ada yg mengikutiku? Apakah? Hantunya Jiyeon?
“kau sudah tau semuanya? Chingu?~~” Tanya gadis itu, ia semakin mendekat. Aku memberanikan diri untuk menoleh. Aku menoleh perlahan dan ternyata itu Hyomin..
“Hyomin~, kau mengagetkanku saja -,-“ kataku sambil menghela nafas
“aku sengaja mengambil diary Jiyeon dari kantor Polisi ^^ agar kau bisa membacanya” kata Hyomin
“Hyomin~a.. aku sangat tidak menyangka, Jiyeon akan menjadi seperti ini…”keluhku
“memang sudah takdirnya…” kata Hyomin
“aku yakin, Jiyeon meninggal karena rentenir itu..jiyeon mencoba melindungi dirinya, dan ia malah terjatuh, orang2 mengira kalau Jiyeon bunuh diri.. sangat tragis” kataku
“iya, jiyeon memang terjatuh ke bawah.. salah ia sendiri, kenapa ia malah berlari ke jendela?.. dan~” kata-kata Hyomin berhenti.. aku menatapnya “Bagaimana kau tau ? bagaimana kau tau kalau Jiyeon berlari ke jendela? Kecuali…..” aku terdiam lalu mataku terbelalak. “Ha~ OMO.. Hyomin.. kau?? Kau berada disini saat itu” kagetku. Ia tersenyum sinis..
“oh~, pintar juga kau ini…”kata Hyomin masih menatap sinis padaku, aku mundur satu langkah.
“ba.bbba..bagaimana? bagaimana mungkin?” aku hamper menangis.
“sudah seharusnya Jiyeon mati, gara2 dia hidupku jadi hancur,.. dari kecil ia selalu merebut semuanya.. ia selalu menjadi ranking 1, ia selalu mendapat teman yg baik sepertimu, ia mendapat kekayaan, dan yang membuat aku sangat marah.. Jinki oppa.. ia menyukai Jiyeon.” Kata Hyomin menatapku tajam air matanya hampir keluar.
“kau Jahat Hyomin.. kau tahu, hidupnya itu sangat sulit.. kenapa kau membunuhnya? Aku akan lapor pada polisi” kataku
“Bodoh, kau tidak tahu siapa aku? Aku anak polisi..aku juga anak pemilik apartement ini, mendengar Jiyeon pindah kemari seorang diri membuktikan kalau dendamku akan segera terbalaskan… apalagi orang tuanya pergi begitu saja, aku sangat senang, bahkan aku tertawa puas saat itu, tapi kau!! Kau semakin dekat dengan nya!! Keluargamu semakin dekat dengan nya, .. dan saat aku menyatakan cinta pada Jinki oppa, ia bilang menyukai Jiyeon.. kau tahu bagaimana rasa sakitnya hatiku…?? “ Bentak Hyomin
“Kau jahat… kau tau kau juga temanku…kupikir kamu yang bisa mengerti aku saat ini…Bagaimana mungkin kau tega membunuhnya…” tangisku
“Saat itu, aku melihat Jiyeon di peluk Jinki oppa di halte Bis, ia menangis begitu manja, sungguh benci aku melihatnya.. aku ke apartement dan melihat ia sedang ada masalah dengan kedua orang tuanya, aku memiliki rencana untuk membunuhnya agar semua tertuju pada kesalahan orangtuanya maka itulah penyebab kematian Jiyeon.. setelah ayahnya pergi aku mengetuk pintu, ia mempersilahkan aku masuk dengan cepat aku mendorongnya.. ku lihat ia sesak nafas.. hah sangat menderita, aku mengeluarkan tali untuk menggantungnya di keadaannya yang sekarat seperti itu, tapi ia malah berlari mendekati jendela yang terbuka… hahaha tak perlu usaha keras untuk membnuhnya kan??” Tanya Hyomin sambil tersenyum puas..
“Kya~ kau jahat!!!! Aku benci kamu….” Teriakku
“kau mau kubunuh juga?” Tanya Hyomin sambil menatapku sinis
“a..apa maksudmu?” aku sangat takut..
“kau bilang aku jahat? .. kau mau menemui Jiyeon kan? Semalaman menangisi dia.. cihh~. Dasar, begitu sayangnya kah pada Jiyeon?” Tanya Hyomin ia mengeluarkan pisau.. aku mundur selangkah demi selangkah, aku sangat takut… aku takut..
“Hyomin~a..kau”
“good bye lee Ji-eun… ini hari terakhirmu “
Tiba-tiba aku di dorongnya dan jendela pecah membuat kulitku tergores,.. aku terjatuh ke bawah.. “Dugg~” semua tampak gelap… aku membuka mataku, semua putih… tiba-tiba ada tangan dingin dan halus menggenggam tanganku.. itu Jiyeon..
“kau…. Menemaniku? Kau memang sahabatku..” kaata Jiyeon, aku tersenyum di bawa olehnya ke suatu tempat yg sangat asing bagiku..
Jiyeon… ku lihat ia tersenyum bahagia, tak ada beban dan kesedihan lagi, yang kulihat kini Jiyeon yang begitu ceria… ia sangat bahagia….

~The End~
Wakakakak~ gaje ya? Biarin.. ^^ ..